6 Tips dan Panduan untuk Branding Website dan Blog

Hai, teruntuk kamu seorang blogger yang masih bingung apa saja tips-tips untuk mem-branding website dan blog yang kamu punya, nah pas banget saya mau share 6 tips penting dan juga panduan untuk mem-branding website dan juga blog yang kamu punya.
Sebelumnya, kamu udah tau belum, apa yang dimaksud dengan branding blog itu? Branding blog merupakan bagian penting dari strategi pemasaran untuk menarik perhatian pembaca, menambah jumlah pengikut dan juga pelanggan tetap di situs web yang kamu punya guys.
Untuk menarik perhatian, desain kamu haruslah yang “eye-catching” tentunya. Mulai dari pemilihan tone warna, jenis font yang digunakan, dan juga tema yang sesuai untuk desain logo kamu.

Berikut 4 Tips Penting untuk Mem-branding Blog Kamu!

1. Skema Warna

Pemilihan skema warna yang tepat dapat menggambarkan jati diri dari blog kamu lho. Kalau bingung untuk memilih kira-kira warna apa yang dapat menggambarkan blog kamu, mengunjungi pinterest mungkin bisa menjadi pilihan untuk mencari dan menemukan inspirasi berbagai macam warna disukai. Terlebih dahulu pilihlah 8-10 palet warna yang bisa kamu seleksi lagi untuk menemukan warna yang cocok untuk branding blog kamu ya. 

2. Memilih Font yang Tepat

Aspek penting dalam pembuatan blog adalah pemilihan font yang sifatnya “readability” atau font yang mudah dibaca, tidak memiliki ukiran-ukiran yang istilahnya berlekuk-lekuk, dan juga dengan ukuran yang tidak terlalu kecil agar pembaca merasa nyaman ketika membacanya dan juga akan menghargai konten yang sudah kamu posting pada blog.
Selain itu, aspek penting yang harus kamu pastikan soal keterbacaan atau readability pada font konten, pastikan font yang kamu gunakan berfungsi secara online dan juga tersedia di semua jenis perangkat, baik komputer atau laptop dan juga para pengguna smartphone baik ios ataupun android. 
Ada berbagai macam jenis font yang bisa kamu gunakan, salah satunya font “Sans Serif”. Font ini banyak digunakan karena familiar dan juga memiliki bentuk yang simple tanpa hiasan atau detail guratan apapun.
Jadi, cobalah untuk lebih kreatif dalam hal judul dan font subtitle karena akan ditampilkan lebih besar dari teks paragraf kamu. 

3. Ukuran dan Tinggi Garis

Yap, agar tampilan branding terlihat konsisten dan juga professional, kamu perlu menentukan ukuran dan juga margin optimal untuk setiap judul, subtitle, dan juga font paragraf. Yang harus kamu lakukan pertama adalah menentukan ukuran dan margin berikut:
  • Font judul = X
  • Judul garis tinggi = X
  • Margin judul X
  • Font subtitle = X
  • Ukuran font subtitle = X
  • Tinggi garis = X
Ketinggian garis yang dimaksud adalah jarak vertikal antar baris teks. Misalnya pada web, jumlah yang sama adalah dari ruang di atas dan di bawah teks pada satu baris. Untuk menentukan suatu tinggi garis, berikut aturan umum yang bisa kamu terapkan pada blog:
  • Semakin panjang garis, maka akan semakin tinggi line-heightnya (tinggi baris paragraf)
  • Semakin pendek panjang garis, maka akan semakin pendek tinggi garis
  • Gunakan tinggi garis yang lebih tinggi dengan salinan kontinyu
  • Gunakan tinggi baris yang lebih tinggi dengan font x
  • Ascenders dan descenders dari baris text tidak boleh disentuh
  • Tempatkan garis-garis tersebut cukup rapat, dan seimbangkan tingginya berdasarkan panjang garis tersebut

4. Pemilihan Font 

Pemilihan font untuk “Judul, Subtitle, dan juga Paragraf” bagaikan sebuah “challenge”. Kenapa? Karena menurut saya ada beberapa font yang cocok digunakan bersama-sama a.k.a bisa dipadu padankan. Sayangnya ada juga yang tidak. Mungkin tidak bisa karena font yang satu dengan yang lainnya tidak seirama, atau bisa juga karena ini mungkin tidak menggambarkan gaya dan kepribadian kamu dengan baik di blog ini. Untuk cocoklogi font ini, saya merekomendasikan aplikasi Canva, aplikasi yang cukup simple dan mudah untuk memberikan saran font yang bisa dipadu dengan baik. 

5. Membuat Logo

Tips yang kelima adalah membuat logo untuk brand dari blog kamu sendiri. Mengapa logo? Ya karena logo tersebut penting dan bisa diletakkan di atas web, favicon, kartu nama, atau bahkan tanda tangan kamu. 
Ketika mendesain logo, kamu harus mencantumkan nama, nama merek atau brand, nama perusahaan, atau inisial yang memiliki design yang unik ya. Namun jika kamu mengalami kesulitan dalam pembuatan logo untuk blog atau website yang kamu punya, atau bukan seorang profesional dalam pembuatan logo, lagi-lagi saya merekomendasikan aplikasi Canva. 
Di aplikasi tersebut kamu bisa men-design sendiri seperti apa logo yang ingin kamu buat, logo yang bisa menggambarkan visi dan misi kamu dengan jelas tentunya tanpa ribet meskipun kamu tidak ahli dalam design.

6. Tema Blog

Oke guys, tips yang terakhir adalah pemilihan tema pada blog. Untuk tema sendiri kamu bisa menggunakannya sesuai dengan kepentingan dari blog kamu sendiri ya. Jika ini hanya sebagai blog pribadi dan tidak terlalu membutuhkan dukungan teknis untuk mengembangkan situs kamu, dan tentunya kamu tidak keberatan jika mempunyai tema yang sama dengan jutaan pengguna lainnya, maka tidak masalah jika kamu hanya menggunakan tema yang tersedia gratis pada WordPress.
Namun, jika ternyata blog ini kamu gunakan untuk kepentingan khusus, ingin mempunyai tampilan sendiri yang berbeda dengan lainnya dan juga membutuhkan dukungan teknis untuk mengembangkan blog kamu, maka tidak ada salahnya jika kamu menggunakan tema yang berbayar. 
Untuk pengguna tema gratis, kamu tidak perlu cemas karena di WordPress sendiri menyediakan berbagai macam tema yang bisa digunakan secara gratis meskipun terbatas. Dan jika kamu memilih yang berbayar, jangan lupa untuk memilih tema yang dapat menggambarkan blog kamu dengan baik. Dan ingat kamu harus menggunakan tenaga ekstra untuk mengelola blog kamu jika kamu memilih tema dengan fitur lengkap dan juga fungsi tambahan. 
Setelah kita membahas apa saja 6 tips penting, berikut panduan untuk mem-branding website dan juga blog yang kamu punya:

1. Branding + Pemberian Nama

Ketika ingin mem-branding website atau blog yang kamu punya dan memberinya nama (naming), pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • “WHY” atau alasan terbesar kamu untuk mem-branding website atau blog ini? Dan apa yang ingin kamu bagikan kepada audience kamu dan apa alasannya?
  • Apa nama blog yang kamu suka?
  • Pikirkan dan pilihlah nama yang sesuai dengan “brand” atau merek blog kamu

2. Membuat Favicon

Apa yang dimaksud dengan Favicon? Favicon adalah singkatan dari favorit icon. Ikon unik ini berfungsi sebagai sesuatu yang bisa menggambarkan website atau blog yang kamu punya. Nah logo yang sudah ada digunakan sebagai favorit ikon untuk mem-branding website atau blog kamu sebagai sebuah “identity” atau identitas agar menarik perhatian, mempercantik tampilan, dan juga agar lebih mudah dikenali oleh pengguna. 
Oke guys, inilah 6 tips penting untuk membranding website dan blog yang bisa langsung kamu aplikasikan. Semoga bermanfaat ya!

Related Posts

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *